Teknik Pengelolaan Kurikulum
https://www.scribd.com/presentation/365752316/TEKNIK-PENGELOLAAN-KURIKULUM-pptx
Have fun !!
Kamis, 30 November 2017
Perbedaan komponen pembelajaran ( pendekatan, strategi, taktik teknik , metode)
1. Pendekatan
4. Teknik Pembelajaran
Teknik adalah cara khusus untuk mengimplementasikan metode dalam sebuah proses pembelajaran. Teknik tergantung kondisi di lapangan, teknik dapat berubah-ubah tergantung guru dan kondisi pada saat praktek di lapangan. Misalkan, terdapat dua orang sama-sama menggunakan metode ceramah, tetapi mungkin sangat berbeda dalam taktik yang digunakannya. Dalam penyajiannya, yang satu cenderung banyak diselingin dengan humor,sementara yang satunya lagi kurang memiliki sense of humor tetapi lebih banyak menggunakan alat bantu elektronik. Dalam gaya pembelajaran, akan tampak keunikan atau kekhasan dari masing-masing guru sesuai dengan kemampuan dan pengalaman.
Pendekatan pembelajaran memiliki banyak sekali definisi namun masing-masing masih memiliki hubungan. Namun secara konseptual Pendekatan pembelajaran dapat di definisikan sebagai suatu cara pandang atau orientasi yang dilakukan terhadap proses pembelajaran, yang mewadahi, menguatkan, dan melatari metode pembelajaran dengan cakupan teoritis tertentu untuk mencapai tujuan intruksional tertentu.
Disini berarti pendekatan pembelajaran merupakan suatu fokus orientasi yang digunakan guru dan murid selama proses pembelajaran berlangsung, fokus orientasi pembelajaran tersebut terbagi kedalam dua bagian yakni:
1) pembelajaran berorientasi pada siswa (student centered approach) berarti fokus yang menjadi pusat pembelajaran terdapat pada siswanya, siswa yang dituntut untuk active dalam pembelajaran guru hanya sebagai fasilitator yang memfasilitasi dan mendampingi siswanya.
2) pembelajaran berorientasi pada guru (teacher centered approach) yakni pembelajaran berpusat pada guru, guru memunyai peranan yang sangat penting, guru menjadi sumber informasi dan gurupun bisa menentukan apa saja yang harus dikuasai siswa.
Berbagai pendekatan dalam rangka memahami makna pembelajaran, antara lain :
· Pendekatan Filsafat.
a. Idelisme, pembalajaran adalah kegiatan Tanya jawab (dialektika) antara guru dengan siswa, melatih keterampilan siswa, serta pemberian teladan dalam hal pengetahuan, nilai dan moral dalam keyakinan dan tingkah lau guru, agar siswa dapat menemukan jawaban atas masalah yang dihadapinya sehingga dapat mengetahui pengetahuan yang esensial yang sudah diterima benar dan berlaku sepanjang zaman, serta dapat mengembangkan karakter dan bakat-bakatnya. Idealisme menghendaki diaplikasikannya strategi penemuan (discovery) melalui Tanya jawab (dialektika) dan berpikir deduktif. Guru tidak menyajikan materi pembelajaran yang telah selesai diolah tuntas oleh sendiri. Sekalipun pembelajaran ini berpusat pada guru, namun dalam mengolah materi pembelajaran siswalah yang harus melakukan dan menemukan inti dari materi pembelajarannya sendiri. Sebagai contoh seorang guru menjelaskan materi laju reaksi secara umum kemudian siswa dituntut untuk menemukan masalah dengan cara Tanya jawab dan menemukan inti dari materi laju reaksi yang diajarkan oleh guru tersebut.
b. Realisme, menghendaki pembelajaran dan pengelolaan kelas yang berpusat pada guru. Siswa diharapkan belajar dari pengalaman langsung maupun tidak langsung melalui strategi inquiry, discovery, pembiasaan dan berfikir induktif.
c. Pragmatisme, menghendaki pembelajaran yang berpusat pada siswa, berpusat pada masalah, berpusat pada aktivitas dan bersifat interdisipliner (terpadu). Karena pragmatisme menghendaki kurikulum pendidikan yang tidak boleh terpisahkan dari keadaan masyarakat dimana siswa berada, maka pembelajarannya juga bersifat kontekstual dan berbasis pada masyarakat. Pragmatisme mengungkapkan bahwa guru memfasilitasi dan membimbing siswa belajar memecahkan masalah melalui aktivitas.
d. Konstruktivisme, konstruktivisme dinilai sebagai salah satu bentuk pragmatisme. Dalam konstuktivisme siswa dituntut untuk mengembangkan konsep dan pengertian tentang sesuatu.
e. Eksistensialisme, guru mendampingi siswa sesuai dengan minat dan bakatnya dan kebutuhannya untuk sampai pada penyadaran diri dan mengembangkan komitmen yang berhasil mengenai sesuatu yang penting dan bermakna bagi keberadaannya.
f. Filsafat pendidikan nasional (pancasila). Pendidik, peserta didik dan sumber pembelajaran harus sejalan agar mencapai tujuan yang diharapkan.
· Pendekatan psikologi terhadap pembelajaran
Berikut konsepsi tentang pembelajaran berdasarkan pendekatan ketiga aliran psikologi.
a. Behaviorisme. Pembelajaran adalah kegiatan guru menciptakan kkondisi lingkungan sebagai stimulus berupa tugas,berupa tugas untuk direspon oleh siswa, yang dilakukan dalam bentuk pembiasaan atau latihan setahap demi setahap secara rinci.
b. Kognitif. Pemmbelajaran adalah kegiatan guru mrmbimbing siswa melakukan proses internal yang kompleks berupa pemrosesan informasi agar siswa dapat mengnembangkan kemampuan atau fungsi-fungsi kognitifnya secara optimal, kemampuan hubungan social, dan menggunakan kecerdasannya secara bijaksana.
c. Humanisme. Pembelajaran adalah kegiatan guru memfasilitasi dan membimbing siswa belajar melalui proyek-proyek terpadu yang menekankan pada studi-studi social yang didasarkan atas pemuasan kebutuhan dan kepribadian siswa agar siswa memperoleh pemahaman dan pengertian dalam rangka pengembangan social.
· Pendekatan sistem terhadap pembelajaran
Berdasarkan pendekatan system, pembelajaran dapat dipandang sebagai suatu keseluruhan terpadu yang terdiri atas berbagai komponen yang saling berinteraksi secara fungsional dalam rangka mencapai tujuan pendidikan yang telah di tetapkan. Terdapat berbagai komponen yang terlibat didalam pembelajaran. Komponen-komponen pembelajaran itu adalah tujuan atau kompetensi yang ingin dicapai, materi pembelajaran yang akan disajikan, metode pembelajaran yang akan digunakan, media pembelajaran, dan penilaian.
2. Strategi Pembelajaran
Strategi Pembelajaran adalah pola umum rencana interaksi antara siswa dengan guru dan sumber belajar lainnya pada suatu lingkungan belajar untuk mencapai tujuan pendidikan. Berbagai jenis strategi pembelajaran diantaranya:
- Berdasarkan rasio guru dan siswa dalam pembelajaran
- Pembelajaran oleh seorang guru terhadap kelompok besar (satu kelas)
- Pembelajaran oleh seorang guru terhadap kelompok kecil (5-7 siswa)
- Pembelajaran oleh seorang guru terhadap seorang siswa
- Pembelajaran oleh satu tim guru terhadap sekelompok besar (satu kelas)
- Pembelajaran oleh satu tim guru terhadap sekelompok kecil (5-7 siswa)
- Berdasarkan rasio guru dan siswa dalam pembelajaran
- Pembelajaran oleh seorang guru terhadap kelompok besar (satu kelas)
- Pembelajaran oleh seorang guru terhadap kelompok kecil (5-7 siswa)
- Pembelajaran oleh seorang guru terhadap seorang siswa
- Pembelajaran oleh satu tim guru terhadap sekelompok besar (satu kelas)
- Pembelajaran oleh satu tim guru terhadap sekelompok kecil (5-7 siswa)
a. Berdasarkan pola hubungan guru dan siswa dalam pembelajaran
- Pembelajaran tatap muka
- Pembelajaran melalui media
- Pembelajaran tatap muka dan Pembelajaran melalui media
b. Berdasarkan peranan guru dan siswa dalam pengelolaan pembelajaran
- Pembelajaran yang berpusat pada guru
- Pembelajaran yang berpusat pada siswa
3. Metoda pembelajaran
Metode pembelajaran merupakan prosedur atau cara yang digunakan yang digunakan oleh guru untuk mengimplementasikan rencana-rencana praktis untuk mencapai tujuan pembelajaran. Jadi metode berfokus pada pencapaian tujuan pembelajaran. metode juga harus disesuaikan dengan strategi pembelajaran. Berbagai macam metode yang dapat digunakan dalam pembelajaran antara lain seperti: metode ceramah, demonstrasi, diskusi, simulasi, laboratorium, pengalaman lapangan, brainstorming, debat, simposium, dan sebagainya. Masing-masing metode tersebut memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing seperti contohnya metode ceramah metode ini memiliki kelebihan tidak memerlukan banyak biaya, murah, hemat waktu, dan dapat mencakup banyak materi dalam sekali penyampaian namun memiliki kekurangan kemampuan siswa terbatas dengan apa yang disampaikan oleh guru. Begitu juga metode-metode yang lainya oleh karena itu perlu dipertimbangkan juga antara metode yang digunakan dengan kondisi dilapangan. Beberapa penjelasan metode pembelajaran adalah :
· Metode ceramah.
Metode ceramah adalah penerangan secara lisan atas pembelajaran kepada sekelompok pendengar untuk mencapai tujuan pembelajaran tertentu dalam jumlah yang relative besar. Metode ceramah cocok untuk penyampaian bahan belajar yang berupa informasi dan jika bahan ajar tersebut sukar di dapatkan.
· Metode diskusi.
Adalah proses pelibatan dua orang peserta atau lebih untuk berinteraksi saling bertukar pendapat, atau saling mempertahankan pendapat dalam memecahkan masalah. Menurut Keachie Kulik disbanding metode ceramah, metode diskusi dapat meningkatkan anak dalam pemahaman konsep dan keterampilan memacahkan masalah tetapi dalam transformasi pengetahuan, penggunaan metode diskusi hasilnya lambat disbanding penggunaan ceramah. Sehingga metode ceramah lebih efektif untuk meningkatkan kuantitas pengetahuan anak dari pada metode diskusi.
· Metode Demonstrasi.
Merupakan metode pembelajaran yang sangat efektif untuk menolong siswa mencari jawaban atas pertanyaan-pertanyaan. Demonstrasi sebagai metode pembelajaran adalah bilamana seorang guru atau seorang demonstrator ataupun siswa memperlihatkan kepada oranng lain suatu proses. Seperti cara mendemonstrasikan sel elektrokimia.
Teknik adalah cara khusus untuk mengimplementasikan metode dalam sebuah proses pembelajaran. Teknik tergantung kondisi di lapangan, teknik dapat berubah-ubah tergantung guru dan kondisi pada saat praktek di lapangan. Misalkan, terdapat dua orang sama-sama menggunakan metode ceramah, tetapi mungkin sangat berbeda dalam taktik yang digunakannya. Dalam penyajiannya, yang satu cenderung banyak diselingin dengan humor,sementara yang satunya lagi kurang memiliki sense of humor tetapi lebih banyak menggunakan alat bantu elektronik. Dalam gaya pembelajaran, akan tampak keunikan atau kekhasan dari masing-masing guru sesuai dengan kemampuan dan pengalaman.
Berdasarkan uraian diatas, bahwa untuk dapat melaksanakan tugasnya secara professional, seorang guru dituntut agar dapat memahami dan memiliki keterampilan yang memadai dalam mengembangkan berbagai model pembelajaran yang efektif, kreatif dan menyenangkan, sebagaimana disyariatkan dalam kurikulum. Dari hasil pemaparan diatas, maka dapat disimpulkan bahwa ada perbedaan antara model pembelajaran, pendekatan pembelajaran, strategi pembelajaran, tehnik dan metode pembelajaran. Walaupun perbedaan itu tidak begitu tegas, karena semua istilah merupakan satu kesatuan yang saling menunjang, untuk melaksanakan proses pembelajaran. Jadi model pembelajaran adalah pembungkus proses pembelajaran yang didalamnya ada pendekatan, strategi, metode dan tehnik.
Contoh RPP ( Rencana Pelaksanaan Pembelajaran )
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
Satuan Pendidikan : SMA
Kelas/semester : XI/2
Alokasi Waktu : 3 x 45 menit
A. Kegiatan Inti
KI 1:
Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya
KI 2:
Mengembangkan prilaku (jujur, disiplin, tanggung jawab, peduli, santun, ramah lingkungan, gotong royong, kerjasama, cinta damai, responsif, dan proaktif) dan menunjukan sikap sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan bangsa dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam serta dalam menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam pergaualan dunia.
KI 3:
Memahami dan menerapkan pengetahuan faktual, konseptual, prosedural, dalam ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan dan peradaban terkait fenomena dan kejadian serta menerapkan pengetahuan prosedural pada bidang kajian yang spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan masalah.
KI 4:
Mengolah, menalar dan menyaji dalam ranah kongkrit dan ranah abstrak terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya dari sekolah secara mandiri dan mampu menggunakan metode sesuai kaidah keilmuan.
B. Kompetensi Dasar dan Indikator
NO
|
KD
|
Indikator
|
1
|
1.1 Menyadari kebesaran Tuhan yang menciptakan dan mengatur alam jagad raya melalui pengamatan fenomenal alam fisis dan pengukurannya
|
1.1 Mengenali dan mengagumi kebesaran Tuhan melalui pengamatangejala-gejala alami gelombang bunyi dan aplikasi gelombang bunyi dalam teknologi.
|
2
|
2.1Menunjukan prilaku ilmiah (memiliki rasa ingin tahu; bertanggung jawab; terbuka; kritis; kreatif; inovatif dan peduli lingkungan) dalam aktivitas sehari-hari sebagai wujud implementasi sikap dalam melakukan percobaan, melaporkan, dan berdiskusi.
|
Melakukan kegiatan pengamatan peserta didik dapatterbuka, jujur,hati-hati,aktif,disiplin, kerjasama dan bertanggung jawab.
|
3
|
3.1Menerapakan konsep dan prinsip gelombang bunyi dan cahaya dalam teknologi
|
Pert I
1. menjelaskan karakteristik gelombang bunyi
2. menggunakan persamaan cepat rambat gelombang pada zat gas, zat padat, dan zat cair untuk penyelesaian masalah.
3. Menggunakan efek doppler untuk penyelesaian masalah
4. Menjelaskan telinga sebagai penerima bunyi
Pert 2
5. Menjelaskan fenomena dawai
6. Menjelaskan fenomena pipa organa
7. Menjelaskan intensitas gelombang
8. Menjelaskan taraf intensitas bunyi
|
4
|
4.1 Merancang dan melaksanakan percobaan interferensi cahaya
|
Pert 1
1. Melakukan percobaan untuk menghitung cepat rambat bunyi di udara
2. Melakukan percobaan untuk menentukan asas doppler
Pert 2
3. Melakukan percobaan untuk menentukan hubungan antara panjang dawai (L), Gaya tegangan tali (F), massa dawai (m), dan cepat rambat gelombang transfersal pada dawai (v)
|
C. TujuanPertemuan
Setelah proses mencari informasi, menanya, berdiskusi, dan melakukan percobaan, peserta didik dapatmemahami pengetahuan faktual, konseptual dan prosedural tentang gelombang bunyi.
1.2 Melalui mengamati gejala-gejala alami gelombang bunyi dan aplikasi gelombang bunyi dalam teknologi peserta didik dapat menyadari kebesaran Tuhan.
1.2 Sesuda melakukan Kegiatan Mengamati dan mencoba Peserta Didik dapat terbuka, jujur,hati-hati,aktif,disiplin, kerjasama dan bertanggung jawab.
3.7 Melaluikegiatan mengasosiasi data peserta didik dapat :
Pert 1
1. Menjelaskan karakteristik gelombang bunyi
2. Menentukan cepat rambat gelombang bunyi pada zat gas.
3. Menentukan cepat rambat gelombang bunyi pada zat padat,
4. Mentukan cepat rambat bunyi pada zat cair
5. Menjelaskan efek doppler
6. Menjelaskan telinga sebagai penerima bunyi
Pert 2
7. Mendefinisikan cepat rambat gelombang transversal pada dawai
8. Menggunakan persamaan melde dalam penyelesaian masalah
9. Menentukan hubungan antara frekuensi nada dasar dan nada atas lainya pada pipa organa terbuka
10. Menentukan hubungan antara frekuensi nada dasar dan nada atas lainya pada pipa organa tertutup
11. Mendefinisikan intesitas gelombang
12. Menggunakan persamaan intensitas gelombang untuk penyelesaian masalah.
13. Mengunakan persamaan taraf intensitas bunyi untuk penyelesaiaan masalah.
14. Menerapkan konsep gelombang bunyi pada pembuatan seruling dan gitar.
4.7 peserta didik dapat merancang dan melakukan percobaan :
Pert 1
1. Tabung resonansi
2. Efek Doppler
Pert 2
1. Melde.
D. Materi Pembelajaran
Pert
|
Fakta
|
Konsep
|
Prinsip/Hukum
|
prosedur
|
I
|
· Saat berteriak sambil memegang tenggorokan, maka kita akan rasakan tenggorokan kita bergetar.
· Ketika senar gitar dipetik makakita akan mendengar bunyi.
· Kilat dan guntur bergetar secara bersama-sama tetapi kita selalu melihat kilat lebih dahulu baru kemudian mendengar bunyi gunturnya.
· Ketika mobil ambulans bergerak mendekati kita maka bunyi sirenenya makin tinggi dan semakin rendah ketika bergerak menjauhi kita.
· Dengan telinga kita bisa mendengan bunyi
|
· Sifat-sifat dasar bunyi
· Cepat rambat bunyi di udara, zat padat, dan zat gas.
· Kasus efek doppler
· Bagian-bagian telinga.
|
· Perambatan bunyi pada zat gas,zat padatdan zat cair
· efek doppler
|
percobaantabung resonansi danefek Doppler
|
II
|
· ada perbedaan bunyi pada senar gitar yang sama ketika dipetik dalam keadaan kendor dan dipetik dalam keadaan tegang.
· Ada perbedaan nada pada pipa organa yang tertutup dan yang terbuka
· Ada perbedaan kekuata gempa bumi di Armenia(6,9 skala Ricter) dengan gempa yang tejadi di Aceh (8,9 skal Richter)
|
· Formulasi frekuensi dan resonansi pada senar
· Cepat rambat gelombang trasversal dalam dawai
· Frekuensi atau resonansi
· Frekuensi alami pipa organa terbuka
· Frekuensi alami pipa organa tertutup.
|
· Hukum mersene
· Hukum Melde
|
percobaan Melde
|
E. Pendekatan ,Model ,Metode Pembelajaran
Pert
|
Pendekatan
|
Model
|
Metode Pembelajaran
|
I
|
scientific
|
Inkuiri
|
1. Eksperimen
2. Diskusi
3. Tanya jawab
|
II
|
Inkuiri
|
F. Media, Alat, dan Sumber Pembelajaran
Pert
|
Media
|
ALAT /BAHAN
|
Sumber Belajar
|
I
|
LKS 01 , LKS 02Power Point & Makromedia
|
LKS 01 (satu zet tabung resonansi, garputala, pemukul garputala, air,mistar.)
LKS 02 (rel presisi, kereta sumber bunyi,sinyal generator, kereta penerima bunyi, danosiloskop)
|
a. Kanginan, Marthen. 2013. Fisika Untuk SMA/MA Kelas X. Jakarta: Erlangga
b. Haryadi, Bambang. 2009. Fisika untuk SMA kelas X. Jakarta : pusat perbukuan Departemen Pendidikan Nasional.
c. Bahan ajar peserta didik
|
II
|
LKS 03 , Power Point & Makromedia
|
Penggetar/vibrator, Katrol, Beban gantung /massa benda yangberbeda,Mistar , dan Senar dawai dengan empat jenis yang berbeda.
|
G. Langkah-langkah kegiatan pembelajaran
Pertemuan 1
Rincian Kegiatan
|
Waktu
| |
Pendahuluan
1. Meberi salam
2. Mengecek kehadiran siswa.
3. Mempersilahkan siswa mengawali pembelajran dengan doa.
4. Guru memberi apersepsi dan motifasi tentang materi yang berkaitan dengan karakteristik bunyi,cepat rambat bunyi,efek doppler, dan telinga sebagai penerima bunyi.
5. Guru memberitahukantujuan pembelajaran
|
20 menit
| |
Kegiatan Inti
|
100 menit
| |
Sintak
|
Langkah/Kegiatan Pembelajaran
| |
Tahap 1
Stimulation
|
Mengamati
| |
1. Peserta didik mengamati tayangan video seorang anak yang sedang melihat kereta api yang sedang melintasi stasiun sambil membunyikan klakson.
2. Guru menilai keaktifan dan keterbukaan peserta didik dalam mengamati. **)
| ||
Tahap 2
Problem steimen
|
Menanya
| |
1. Peserta didik bertanyatentang berapakah cepat rambat buyi diudara, berapakah frekuensi suber bunyi (klakson kereta api) dan berapakah frekuensi yang diterima pendengar yang berada di stasiun kereta api. (merumuskan masalah).
2. Dengan fasilitas guru peserta didik menemukan jawaban sementara atas pertanyaan-pertanyaan yang mereka ajukan (membuat hipotesis)
3. Guru menilai keaktifan peserta didik dalam merumuskan masalah dan membuat hipotesis**)
| ||
Tahap 3
Mengumpulkan data(Data processing)
|
Mencoba
| |
1. Peserta didik dibagi dalam kelompok (1 kelompok terdiri dari 4-5 orang)
2. Guru membagikan LKS 01 dan LKS 02 tentang percobaan tabung resonansi dan efek Doppler.
3. Guru bersama dengan peserta didik menyiapkan alat dan bahan yang terdapat dalam LKS 01 dan 02
4. Peserta didik melakukan percobaan sesuai dengan langkah-langkah yang terdapat pada LKS 01 dan LKS 02
5. Guru menilai keaktifan, kerjasama, tanggung jawab, kejujuran, disiplin dan hati-hati pada saat perserta didik melakukan percobaan
| ||
Tahap 4
Memferifikasi data
|
Mengasosiasi
| |
6. Peserta didik berdiskusi dan menjawb pertanyaan-pertanyaan yang terdapat dalam LKS 01 dan LKS 02 dan permasalahan tentang karakteristik gelombang, cepat rambat gelombang pada zat padat dan zat cair dan telinga sebagai penerima bunyi.
7. Dengan fasilitas guru, peserta didik menganalisis dan merumuskan hubungan antara panjang gelombang dan cepat rambat bunyi di udara.
8. Dengan fasilitas guru, peserta didik menganalisis dan merumuskan hubungan antara frekuensi sumber bunyi dan frekuensi pendengar.
9. Guru memberi permasalahan tentang karakteristik gelombang, cepat rambat gelombang pada zat padat dan zat cair dan telinga sebagai penerima bunyi.
10. Guru mengarahkan siswa untuk memverifikasi dan mengkonfirmasi hasil diskusi dengan mencari informasi pada bahan ajar.
11. Guru menilai ketrampilan mengolah dan menalar*)
| ||
Mengkomunikasikan
| ||
Tahap5
Generalization
|
12. Perwakilan kelompok memaparkan hasil analisis dan kesempulan dari hasil percobaan yang dilakukan dan permasalahan yang diberikan.
13. Guru menilai sikap peserta didik dalam bekrja sama, terbuka, disiplin dan bertanggung jawab..**)
14. Guru mengkofirmasikan hasil deiskusi peserta didik.
| |
Penutup
1. Peserta didik kembali ke tempat duduk masing-masing
2. Guru dan peserta didik merangkum kegiatan pembelajaran yang telah berlangsung.
3. Guru memberikan post test kepada peserta didik
4. Guru memberikan tugas baca tentang fenomena pada dawai dan pipa organa,
5. Doa penutup.
|
15
| |
Pertemuan 2
Rincian Kegiatan
|
Waktu
| |
Pendahuluan
1. Memberi salam
2. Mengecek kehadiran siswa
3. Mempersilahkan siswa mengawali pembelajran dengan doa
4. Guru memberi apersepsi dan motifasi tentang materi yang berkaitan dengan fenomena pada dawai,fenomena pada pipa organa, intensitas gelombang dan taraf intensitas.
5. Guru memberitahukantujuan pembelajaran
| ||
Kegiatan Inti
| ||
Sintak
|
Langkah/Kegiatan Pembelajaran
| |
Tahap 1
Stimulation
|
Mengamati
| |
3. Peserta didik mengamati tayangan video seorang yang menyetel gitar dan biola.
4. Guru menilai keaktifan peserta didik dalam mengamati**)
| ||
Tahap 2
Problem steimen
|
Menanya
| |
4. Peserta didik bertanyamengapa terjadi perbedaan nada saat menyetel gitar dengan menegangkan dawai dan mengkendorkan dawai, perbedaan jenis dawai dan panjang dawai.(merumuskan masalah).
5. Dengan fasilitas guru peserta didik menemukan jawaban sementara atas pertanyaan-pertanyaan yang mereka ajukan (membuat hipotesis)
6. Guru menilai keaktifan peserta didik dalam merumuskan masala, dan membuat hipotesis..**)
| ||
Tahap 3
Mengumpulkan data(Data processing)
|
Mencoba
| |
6. Peserta didik dibagi dalam kelompok (1 kelompok terdiri dari 4-5 orang)
7. Guru membagikan LKS 03 tentang percobaan hukum Melde.
8. Guru bersama dengan peserta didik menyiapkan alat dan bahan yang terdapat dalam LKS 03
9. Peserta didik melakukan percobaan sesuai dengan langkah-langkah yang terdapat pada LKS 03
10. Guru menilai keaktifan, kerjasama, tanggung jawab, kejujuran, disiplin dan hati-hati pada saat perserta didik melakukan percobaan **)
| ||
Tahap 4
Memferifikasi data
|
Mengasosiasi
| |
11. Peserta didik berdiskusi dan menjawab pertanyaan-pertanyaan yang terdapat dalam LKS 01 dan LKS 02 dan permasalahan tentang karakteristik gelombang, cepat rambat gelombang pada zat padat dan zat cair dan telinga sebagai penerima bunyi.
12. Dengan fasilitas guru, peserta didik menganalisis dan merumuskan hubungan antara panjang senar dawai , frekuensi senar dawai, rapat massa linear senar dawai.
13. Guru memberi permasalahan tentang venomena pada pipa organa tertutup dan terbuka, intensitas gelombang, dan taraf intensitas gelomabang.
14. Guru mengarahkan siswa untuk memverifikasi dan mengkonfirmasi hasil diskusi dengan mencari informasi pada bahan ajar.
15. Guru menilai ketrampilan mengolah dan menalar*)
| ||
Mengkomunikasikan
| ||
Tahap5
Generalisation
|
15. Perwakilan kelompok memaparkan hasil analisis dan kesempulan dari hasil percobaan yang dilakukan dan permasalahan yang diberikan.
16. Guru menilai sikap peserta didik dalam bekrja sama, terbuka, disiplin dan bertanggung jawab. .**)
16. Guru mengkofirmasikan hasil deiskusi peserta didik.
| |
Penutup
17. Peserta didik kembali ke tempat duduk masing-masing
18. Guru memberika tugas membuat resume tentang gelombang cahaya.
19. Guru memberikan post test kepada peserta didik
20. Doa penutup.
| ||
Ket : **) : penilaian afektif dan psikomotor.
A. Penilaian
A. Penilaian sikap (KI. II)
a. Teknik/metode penilaian
|
: Non tes
| |||
b. Bentuk instrument
|
: Observasi
| |||
c. Kisi-kisi instrument penilaian
| ||||
No
|
Aspek sikap
|
Indikator
|
Butir Intrumen
| |
1.
|
Aktif
|
Merumuskan masalah
|
1
| |
Membuat hipotesis
|
2
| |||
Melakukan percobaan
|
3
| |||
Berdiskusi
|
4
| |||
Presentasi
|
5
| |||
2.
|
Kerja sama
|
Diskusi kelompok
|
6
| |
Kerjasama melakukan percobaan
|
7
| |||
3.
|
Jujur
|
Melakukan percobaan
|
8
| |
Mengerjakan tes
|
9
| |||
4.
|
Teliti
|
Melakukan percobaan
|
10
| |
Menganalisis data
|
11
| |||
5.
|
Hati-hati
|
Melakukan percobaan
|
12
| |
6.
|
Tanggung Jawab
|
Kegiatan pembelajaran
|
13
| |
7.
|
Terbuka
|
Kegiatan pembelajaran
|
14
| |
8.
|
Disiplin
|
Kegiatan pembelajaran
|
15
| |
Melakukan praktikum
|
16
| |||
9.
|
Kritis
|
Kegiatan pembelajaran
|
17
| |
10.
|
Tekun
|
Kegiatan pembelajaran
|
18
| |
d. Instrument penilaian
|
: Lembar Observasi
| |||
e. Rekapan penilaian
|
: Terlampir
| |||
f. Rubrik penilaian
|
: Terlampir
| |||
B. Penilaian kognitif (KI.III)
a. Teknik/metode penilaian
|
: Tes uraian
|
b. Bentuk instrument
|
: Uraian
|
c. Kisi-kisi instrument penilaian
|
Pert
|
Indikator
|
Tingkat
Kesukaran
|
Item
Soal
|
I
|
Menjelaskan karakteristik gelombang bunyi
|
C2
|
1
|
Menentukan cepat rambat gelombang bunyi di udara.
|
C3
|
2
| |
Menentukan cepat rambat gelombang bunyi zat padat,
|
C3
|
3
| |
Mentukan cepat rambat bunyi pad gas
|
C3
|
4
| |
Menjelaskan asas Doppler
|
C2
|
5
| |
Menjelaskan telinga sebagai penerima bunyi
|
C2
|
6
| |
II
|
Menggunakan persamaan melde dalam penyelesaian masalah
|
C3
|
7
|
Mendefinisikan cepat rambat gelombang transversal pada dawai
|
C1
|
8
| |
Menentukan hubungan antara frekuensi nada dasar dan nada atas lainya pada pipa organa terbuka
|
C3
|
9
| |
Menentukan hubungan antara frekuensi nada dasar dan nada atas lainya pada pipa organa tertutup
|
C3
|
10
| |
Mendefinisikan intesitas gelombang
|
C1
|
11
| |
Menggunakan persamaan intensitas gelombang untuk penyelesaian masalah.
|
C3
|
12
| |
Mengunakan persamaan taraf intensitas bunyi untuk penyelesaiaan masalah.
|
C3
|
13
| |
Menerapkan konsep gelombang bunyi pada pembuatan seruling dan gitar.
|
C3
|
14
|
g. Instrument penilaian
|
: Terlampir
|
h. Petunjuk penskoran
|
: Terlampir
|
i. Rekapan penilaian
|
: Terlampir
|
C. Penilaian psikomotor (KI.IV)
a. Teknik penilaian
|
: Non tes
|
b. Jenis instrument
|
: Observasi
|
c. Kisi-kisi instrument penilaian
|
No.
|
Keterampilan
|
Butir Instrumen
|
1.
|
Merangkai alat yang digunakan dalam praktikum
|
Tes Praktik 1,2
|
2.
|
Menggunakan peralatan praktikum
|
Tes Praktik 1,2
|
3.
|
Melakukan percobaan sesuai prosedur
|
Tes Praktik 1,2
|
4
|
Mengambil data dalam praktikum
|
Tes Praktik 1,2
|
5
|
Menyajikan hasil pengamatan data.
|
Tes Praktik 1,2
|
6
|
Mengolah data berdasarkan hasil pengamatan
|
Tes Praktik 1,2
|
d. Bentuk Instrument
|
: Lembar Observasi
|
e. Rekapan penilaian
|
: Terlampir
|
f. Rubrik penilaian
|
: Terlampir
|
SUNGAI PENUH ,………… Juli 2018
Mengetahui Kepala SMA Guru Mata PelajaranFisika
……………………… ( )
NIP. NIP.
Catatan Kepala Sekolah
………………………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………………………
Langganan:
Postingan (Atom)