Kamis, 30 November 2017

Perbedaan komponen pembelajaran ( pendekatan, strategi, taktik teknik , metode)

1.      Pendekatan 
Pendekatan pembelajaran memiliki banyak sekali definisi namun masing-masing masih memiliki hubungan. Namun secara konseptual Pendekatan pembelajaran dapat di definisikan sebagai suatu cara pandang atau orientasi yang dilakukan terhadap proses pembelajaran, yang mewadahi, menguatkan, dan melatari metode pembelajaran dengan cakupan teoritis tertentu untuk mencapai tujuan intruksional tertentu.

            Disini berarti pendekatan pembelajaran merupakan suatu fokus orientasi yang digunakan guru dan murid selama proses pembelajaran berlangsung, fokus orientasi pembelajaran tersebut terbagi kedalam dua bagian yakni:

1) pembelajaran berorientasi pada siswa (student centered approach) berarti fokus yang menjadi pusat pembelajaran terdapat pada siswanya, siswa yang dituntut untuk active dalam pembelajaran guru hanya sebagai fasilitator yang memfasilitasi dan mendampingi siswanya.
2) pembelajaran berorientasi pada guru (teacher centered approach) yakni pembelajaran berpusat pada guru, guru memunyai peranan yang sangat penting, guru menjadi sumber informasi dan gurupun bisa menentukan apa saja yang harus dikuasai siswa.
            Berbagai pendekatan dalam rangka memahami makna pembelajaran, antara lain :
·         Pendekatan Filsafat.
a. Idelisme, pembalajaran adalah kegiatan Tanya jawab (dialektika) antara guru dengan siswa, melatih keterampilan siswa, serta pemberian teladan dalam hal pengetahuan, nilai dan moral dalam keyakinan dan tingkah lau guru, agar siswa dapat menemukan jawaban atas masalah yang dihadapinya sehingga dapat mengetahui pengetahuan yang esensial yang sudah diterima benar dan berlaku sepanjang zaman, serta dapat mengembangkan karakter dan bakat-bakatnya. Idealisme menghendaki diaplikasikannya strategi penemuan (discovery) melalui Tanya jawab (dialektika) dan berpikir deduktif. Guru tidak menyajikan materi pembelajaran yang telah selesai diolah tuntas oleh sendiri. Sekalipun pembelajaran ini berpusat pada guru, namun dalam mengolah materi pembelajaran siswalah yang harus melakukan dan menemukan inti dari materi pembelajarannya sendiri. Sebagai contoh seorang guru menjelaskan materi laju reaksi secara umum kemudian siswa dituntut untuk menemukan masalah dengan cara Tanya jawab dan menemukan inti dari materi laju reaksi yang diajarkan oleh guru tersebut.
b. Realisme, menghendaki pembelajaran dan pengelolaan kelas yang berpusat pada guru. Siswa diharapkan belajar dari pengalaman langsung maupun tidak langsung melalui strategi inquiry, discovery, pembiasaan dan berfikir induktif.
c. Pragmatisme, menghendaki pembelajaran yang berpusat pada siswa, berpusat pada masalah, berpusat pada aktivitas dan bersifat interdisipliner (terpadu). Karena pragmatisme menghendaki kurikulum pendidikan yang tidak boleh terpisahkan dari keadaan masyarakat dimana siswa berada, maka pembelajarannya juga bersifat kontekstual dan berbasis pada masyarakat. Pragmatisme mengungkapkan bahwa guru memfasilitasi dan membimbing siswa belajar memecahkan masalah melalui aktivitas.
d. Konstruktivisme, konstruktivisme dinilai sebagai salah satu bentuk pragmatisme. Dalam konstuktivisme siswa dituntut untuk mengembangkan konsep dan pengertian tentang sesuatu.
e. Eksistensialisme, guru mendampingi siswa sesuai dengan minat dan bakatnya dan kebutuhannya untuk sampai pada penyadaran diri dan mengembangkan komitmen yang berhasil mengenai sesuatu yang penting dan bermakna bagi keberadaannya.
f. Filsafat pendidikan nasional (pancasila). Pendidik, peserta didik dan sumber pembelajaran harus sejalan agar mencapai tujuan yang diharapkan.
·         Pendekatan psikologi terhadap pembelajaran
Berikut konsepsi tentang pembelajaran berdasarkan pendekatan ketiga aliran psikologi.
a.      Behaviorisme. Pembelajaran adalah kegiatan guru menciptakan kkondisi lingkungan sebagai stimulus berupa tugas,berupa tugas untuk direspon oleh siswa, yang dilakukan dalam bentuk pembiasaan atau latihan setahap demi setahap secara rinci.
b.      Kognitif. Pemmbelajaran adalah kegiatan guru mrmbimbing siswa melakukan proses internal yang kompleks berupa pemrosesan informasi agar siswa dapat mengnembangkan kemampuan atau fungsi-fungsi kognitifnya secara optimal, kemampuan hubungan social, dan menggunakan kecerdasannya secara bijaksana.
c.       Humanisme. Pembelajaran adalah kegiatan guru memfasilitasi dan membimbing siswa belajar melalui proyek-proyek terpadu yang menekankan pada studi-studi social yang didasarkan atas pemuasan kebutuhan dan kepribadian siswa agar siswa memperoleh pemahaman dan pengertian dalam rangka pengembangan social.

·         Pendekatan sistem terhadap pembelajaran
            Berdasarkan pendekatan system, pembelajaran dapat dipandang sebagai suatu keseluruhan terpadu yang terdiri atas berbagai komponen yang saling berinteraksi secara fungsional dalam rangka mencapai tujuan pendidikan yang telah di tetapkan. Terdapat berbagai komponen yang terlibat didalam pembelajaran. Komponen-komponen pembelajaran itu adalah tujuan atau kompetensi yang ingin dicapai, materi pembelajaran yang akan disajikan, metode pembelajaran yang akan digunakan, media pembelajaran, dan penilaian.
2.  Strategi Pembelajaran 
Strategi Pembelajaran adalah pola umum rencana interaksi antara siswa dengan guru dan sumber belajar lainnya pada suatu lingkungan belajar untuk mencapai tujuan pendidikan. Berbagai jenis strategi pembelajaran diantaranya:
- Berdasarkan rasio guru dan siswa dalam pembelajaran
- Pembelajaran oleh seorang guru terhadap kelompok besar (satu kelas)
- Pembelajaran oleh  seorang guru terhadap kelompok kecil (5-7 siswa)
- Pembelajaran oleh seorang guru terhadap seorang siswa
- Pembelajaran oleh satu tim guru terhadap sekelompok besar  (satu kelas)
- Pembelajaran oleh satu tim guru terhadap sekelompok kecil (5-7 siswa)
a.      Berdasarkan pola hubungan guru dan siswa dalam pembelajaran
-          Pembelajaran tatap muka
-          Pembelajaran melalui media
-          Pembelajaran tatap muka dan Pembelajaran melalui media
b.      Berdasarkan peranan guru dan siswa dalam pengelolaan pembelajaran
-          Pembelajaran yang berpusat pada guru
-          Pembelajaran yang berpusat pada siswa

3.      Metoda pembelajaran
            Metode pembelajaran merupakan  prosedur atau cara yang digunakan yang digunakan oleh guru untuk mengimplementasikan rencana-rencana praktis untuk mencapai tujuan pembelajaran. Jadi metode berfokus pada pencapaian tujuan pembelajaran. metode juga harus disesuaikan dengan strategi pembelajaran. Berbagai macam metode yang dapat digunakan dalam pembelajaran antara lain seperti: metode ceramah, demonstrasi, diskusi, simulasi, laboratorium,  pengalaman lapangan, brainstorming, debat, simposium, dan sebagainya. Masing-masing metode tersebut memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing seperti contohnya metode ceramah metode ini memiliki kelebihan tidak memerlukan banyak biaya, murah, hemat waktu, dan dapat mencakup banyak materi dalam sekali penyampaian namun memiliki kekurangan kemampuan siswa terbatas dengan apa yang disampaikan oleh guru. Begitu juga metode-metode yang lainya oleh karena itu perlu dipertimbangkan juga antara metode yang digunakan dengan kondisi dilapangan. Beberapa penjelasan metode pembelajaran adalah :
·         Metode ceramah.
Metode ceramah adalah penerangan secara lisan atas pembelajaran kepada sekelompok pendengar untuk mencapai tujuan pembelajaran tertentu dalam jumlah yang relative besar. Metode ceramah cocok untuk penyampaian bahan belajar yang berupa informasi dan jika bahan ajar tersebut sukar di dapatkan.
·         Metode diskusi.
Adalah proses pelibatan dua orang peserta atau lebih untuk berinteraksi saling bertukar pendapat, atau saling mempertahankan pendapat dalam memecahkan masalah. Menurut Keachie Kulik disbanding metode ceramah, metode diskusi dapat meningkatkan anak dalam pemahaman konsep dan keterampilan memacahkan masalah tetapi dalam transformasi pengetahuan, penggunaan metode diskusi hasilnya lambat disbanding penggunaan ceramah. Sehingga metode ceramah lebih efektif untuk meningkatkan kuantitas pengetahuan anak dari pada metode diskusi.
·         Metode Demonstrasi.
Merupakan metode pembelajaran yang sangat efektif untuk menolong siswa mencari jawaban atas pertanyaan-pertanyaan. Demonstrasi sebagai metode pembelajaran  adalah bilamana seorang guru atau seorang demonstrator ataupun siswa memperlihatkan kepada oranng lain suatu proses. Seperti cara mendemonstrasikan sel elektrokimia.

4.      Teknik Pembelajaran            
 Teknik adalah cara khusus untuk mengimplementasikan metode dalam sebuah proses pembelajaran. Teknik tergantung kondisi di lapangan, teknik dapat berubah-ubah tergantung guru dan kondisi pada saat praktek di lapangan. Misalkan, terdapat dua orang sama-sama menggunakan metode ceramah, tetapi mungkin sangat berbeda dalam taktik yang digunakannya. Dalam penyajiannya, yang satu cenderung banyak diselingin dengan humor,sementara yang satunya lagi kurang memiliki sense of humor tetapi lebih banyak menggunakan alat bantu elektronik. Dalam gaya pembelajaran, akan tampak keunikan atau kekhasan dari masing-masing guru sesuai dengan kemampuan dan pengalaman. 
            Berdasarkan uraian diatas, bahwa untuk dapat melaksanakan tugasnya secara professional, seorang guru dituntut agar dapat memahami dan memiliki keterampilan yang memadai dalam mengembangkan berbagai model pembelajaran yang efektif, kreatif dan menyenangkan, sebagaimana disyariatkan dalam kurikulum. Dari hasil pemaparan diatas, maka dapat disimpulkan bahwa ada perbedaan antara model pembelajaran, pendekatan pembelajaran, strategi pembelajaran, tehnik dan metode pembelajaran. Walaupun perbedaan itu tidak begitu tegas, karena semua istilah merupakan satu kesatuan yang saling menunjang, untuk melaksanakan proses pembelajaran. Jadi model pembelajaran  adalah  pembungkus proses pembelajaran yang didalamnya ada pendekatan, strategi, metode dan tehnik.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar